Cegah Kluster Rumah Tangga, Bupati Ahmad Mudhlor Pindahkan Warga Isoman ke Isoter

Sidoarjo – Langkah memindahkan warga yang sedang menjalani Isolasi mandiri (Isoman) di rumah ke tempat Isolasi terpusat (Isoter) dilakukan Pemkab Sidoarjo. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 cluster rumah tangga. Sore tadi digelar apel gelar pasukan dalam rangka memindahkan Isoman ke Isoter dipimpin langsung Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor di Mapolresta Sidoarjo, Rabu, (18/8). Apel gelar pasukan yang diikuti personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Ormas serta komunitas tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Sidoarjo Usman, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. M. Iswan Nusi.

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor mengkhawatirkan warga yang sedang Isoman menjadi penyebab cluster baru, cluster rumah tangga. Menurutnya cluster baru seperti ini harus diantisipasi dengan melakukan pemindahan. Apalagi penyebaran Covid-19 varian delta sangat cepat penularannya.

“Bayangkan ada rumah kecil sepetak enam orang kemudian salah satunya positif dan tidak diambil, saya yakin enam-enamnya juga positif karena penyebaran Covid varian delta ini cukup cepat,”ujarnya.

Gus Muhdlor mengatakan, penjemputan warga yang sedang Isoman akan dilakukan. Masyarakat diminta tidak takut untuk pindah ke Isoter. Pasalnya, fasilitas yang disediakan terjamin. Mulai dari makanannya, pemenuhan gizi dan vitamin serta tenaga kesehatannya disediakan untuk memulihkan kesehatan warga yang positif Covid-19.

“Bukan pasif seperti kemarin, kita akan bergerak aktif menjemput warga yang sedang melakukan Isoman, ini yang mungkin masyarakat sedikit ketakutan, namun kita pastikan fasilitas yang ada di dalam (Isoter) sangat mumpuni,”ujarnya.

Gus Muhdlor juga mengatakan Isoter akan menekan Case Fatality Rate (CFR) atau kasus angka kematian akibat Covid-19. Dirinya melihat CFR disebabkan faktor keterlambatan penanganan kesehatan warga yang sedang Isoman. Banyak kejadian seseorang datang kerumah sakit dengan kondisi saturasi sudah jelek bahkan bisa dikatakan datang dalam kondisi kritis.

“Ketika berada di Isoter-isoter ini, dengan adanya perawat dan Nakes yang ada, maka hal-hal seperti itu dapat kita hindari,”ucapnya.

Gus Muhdlor juga tekankan bahwa positif Covid-19 bukan merupakan aib. Oleh karenanya seseorang yang positif Covid-19 lebih baik ke Isoter agar tidak menularkan keluarganya. Pemkab Sidoarjo menyediakan 9 Isoter yang tersebar di berbagai tempat. Kapasitas seluruhnya mencapai 480 tempat tidur.

“Ditingkat kecamatan lewat Danramil, kapolsek serta camat, bertiga menjadi leading sektor di tingkat kecamatan akan melakukan penjemputan dan diarahkan ke Isoter terdekat, datanya dari bidan desa atau lurah setempat,”paparnya. (GUS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *