Pagar Nusa Digandeng Gus Muhdlor untuk Melindungi Sidoarjo

Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor, mengungkapkan bahwa Pagar nusa merupakan mitra pembangunan Kabupaten Sidoarjo, mari bersama – sama, bahu membahu membangun sidoarjo tercinta ini.

Hal itu, diungkapkan Gus Muhdlor pada saat Pelantikan Pengurus PC Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sidoarjo masa khidmat 2021 – 2025, Sabtu malam (27/3) di Pendopo Delta Wibawa.

Terpilih sebagai Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Sidoarjo yang dilantik langsung oleh Ketua Umum PP PSNU Pagar Nusa, Much. Nabil Haroen. Turut menyaksikan Wakil Ketua Umum PP PSNU Pagar Nusa pusat, Ketua Tanfidziyah PC NU Sidoarjo, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sidoarjo.

Gus mudlor juga berpesan kepada PSNU Sidoarjo untuk tidak terlena mengajar di pos – pos sekolah, mulai ramaikan masjid – masjid, cari kader sebanyak – banyaknya, kita lindungi Kabupaten Sidoarjo tercinta.

“Dan yang lebih penting dalam suatu organisasi, jangan pernah lepas dari karakter utama kita, dan karakter negara,”pesannya.

“Kita mengenal ukhuwah Islamiayah, ukuwah basyariyah, mari bersama – sama kita bersihkan sidoarjo dari radikalisme yang saat ini merong – rong negara kita.

Dan ketika Ketua umum PP PSNU Pagar Nusa, Much. Nabil Haroen, dalam sambutannya menanyakan jumlah kader Pagar Nusa sidoarjo? Dijawab oleh ketua Pagar Nusa terpilih kurang lebih 1.290 kader.

Kita lihat database kita Jumlah 10.275 orang , saya yakin sidoarjo lebih dari itu. Jumlah anggota itu harus terukur. Alat ukurnya adalah data. Dan saat ini yang sudah terdata lebih dari 40 ribu se Indonesia. Dari 40 ribu yang terverifikasi sekitar 19. Ribu disumbangkan oleh Jawa Timur.

“Coba dimaksimalkan lagi Kartu Tanda Anggota (KTA), pada prinsipnya KTA ini gratis, dan setiap orang harus punya kartu anggota masing – masing,”tandasnya.

Menjadi pengurus Pagar Nusa itu bukan perkara mudah, namun juga bukan sesuatu yang dibangga- banggakan. Menjadi pengurus pagar nusa itu artinya menerima amanah untuk menjalankan tugas. Apalagi di baiat tadi dengan membacakan syahadat, itu bukan sumpah remeh.

“Saya sarankan kalau ada pengurus yang tidak serius saya sarankan untuk di reshuffle. Pengurus harus betul – betul niat berkhidmah kepada organisasi, Pagar Nusa, NU, dan kepada umat. Pagar Nusa harus menjadi kader yang mandiri,” lanjutnya (GUS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *